info@yalipapua.or.id +62 823-1221-1707

Detail Blog

Beranda Blog Detail
Magang yang Mengajarkan Pulang dan Membangun Kampung
Blog & Informasi
27 Apr 2026 2 dibaca

Magang yang Mengajarkan Pulang dan Membangun Kampung

Jayapura – Bagi sebagian mahasiswa, magang sering dipandang sekadar kewajiban akademik. Namun, bagi sejumlah anak muda Papua yang juga mahasiswa, magang justru menjadi pintu masuk untuk memahami lebih dalam persoalan kampung, lingkungan, dan kehidupan masyarakat adat.

Hal itu saya alami saat mengikuti program magang di Yayasan Lingkungan Hidup Papua (YALI Papua), sebuah lembaga yang sejak lama bergerak di bidang pelestarian lingkungan dan advokasi perlindungan masyarakat adat dan wilayah adat mereka. Dari mengenal cara kerja organisasi, terjun ke lapangan, hingga belajar menyusun laporan, pengalaman ini membuka mata saya bahwa pendidikan sejati justru hadir ketika kita bersentuhan langsung dengan realitas masyarakat di Tanah Papua.

Belajar dari Nendali

Salah satu momen berkesan adalah ketika turun langsung ke kampung Nendali, di distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Di sana, sebagai mahasiswa magang, saya berkesempatan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, hingga mendengar langsung suara masyarakat.

“Wilayah adat Kampung Nendali yang luas mengalami kerusakan lingkungan serius akibat penimbunan oleh pihak luar, pembangunan sejak tahun 1980-an, serta pengambilan material alam yang menyebabkan hilangnya hutan sagu dan longsor,” jelas Wemfrid Wally, tokoh masyarakat setempat. Kisah ini bukan hanya menjadi data, melainkan pelajaran berharga bagi saya. Bahwa kerusakan alam selalu berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, dan setiap anak muda/mahasiswa perlu lebih peka serta menghargai nilai-nilai lokal yang diwariskan leluhur.

Dari TOR hingga Tanggung Jawab

Tidak hanya belajar soal isu lingkungan, sebagai mahasiswa magang, kami juga berlatih menyusun Term of Reference (TOR) untuk kegiatan survei. TOR menjadi panduan penting agar setiap kegiatan lapangan berjalan sesuai tujuan. Setelah itu, kami juga dilatih menyusun laporan survei secara sistematis, berdasarkan data dan hasil observasi langsung. Magang ini membuat saya sadar bahwa bekerja dengan masyarakat adat membutuhkan kesabaran, keterampilan komunikasi, dan rasa hormat terhadap adat budaya dimana kita bekerja.

Magang yang Membangun Karakter

Lebih dari sekadar pengalaman akademik, magang di YALI Papua menanamkan kesadaran bahwa belajar tidak berhenti di ruang kelas. Ia membentuk karakter, etika kerja, dan rasa tanggung jawab—bukan hanya kepada diri sendiri, tetapi juga kepada alam dan sesama manusia.

Harapannya, semakin banyak mahasiswa Papua terinspirasi untuk mengikuti jejak ini: turun langsung ke kampung, mendengar suara masyarakat, dan mengasah kepedulian sosial serta lingkungan.

Karena pada akhirnya, magang bukan hanya soal SKS. Magang adalah latihan awal untuk pulang, berdiri bersama masyarakat adat, dan ikut menentukan masa depan kampung.

Bagikan:

Bergabung Bersama Kami

Jadilah bagian dari perjuangan pelestarian alam Papua. Dukung kami melalui donasi, kemitraan, atau volunteer.

Website dalam pengembangan

Informasi Disclaimer

Ini merupakan tampilan website baru dari YALI Papua. Konten teks, gambar, dan video masih dalam tahap pengembangan.

Powered by Nokensoft.com